This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Oktober 2017

Kunci Agar Menjadi Rumah Tangga Bahagia


Untuk mengarungi perjalanan rumah tangga itu dengan baik dan lancar, kita perlu mempersiapkan :
  • Pertama, kapal (rumah tangga) yang kokoh agar tidak macet dalam perjalanan.
  • Kedua, mesin yang betul-betul baik.
  • Ketiga, bahan bakar yang cukup dan memadai.
  • Keempat, membawa peta dan kompas sebagai pedoman perjalanan agar tidak sesat dalam perjalanan.
  • Kelima, membawa peralatan yang memadai untuk mengantipasi macet.
  • Keenam, nahkoda yang pandai, lihai, dan memiliki strategi untuk mengemudi kapal.
  • Ketujuh, membawa bekal yang cukup dalam perjalanan.
Pertama :
Rumah Tangga [الاسرة ], bagaikan kapal [bahtera] yang kokoh. Rumah tangga, harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi. Selain itu, harus mempunyai niat dan kebulatan tekad untuk berumah tangga atas dasar lillahita’ala, dengan ibadah [salat] – Insya Allah, rumah tangga akan kokoh. Berumah tangga itu sendiri juga sebagai perilaku ibadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Nabi saw [النكاح سنتى ].
Kedua :
Hati [ القلب], sebagai mesin yang bagus. Artinya, suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah swt. Tanpa punya perasaan sehati, mungkin saja tujuan tidak akan tercapai. Maka dengan dasar ini, suami istri harus tahun kepribadian masing-masing dan inilah yang dinamakan ta’aruf [تعارف ].
Ketiga :
Akhlak [الاخلاق], sebaga bahan bakar. Dalam berumah tangga, apabila hanya berbekal atau memiliki cinta dan perasaan saja, tanpa dibekali dan atau dibarengi dengan akhlak mulia, jangan berandai-andai untuk dapat menguasai medan perjuangan yang berat itu. Akhlak adalah pondasi utama dalam beragama, kata Abul Atahiyah : ليست الدنيا الا بدين وليس الدين الابمكارم الاخلاق , artinya ”tidaklah dikatakan dunia kecuali dengan agama dan tidaklah dikatakan agama kecuali dengan akhlak mulia”. Maka, kita harus membangun rumah tangga dengan akhlak yang muliah. Akhlak sebagi pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum. Sifat ini dinamakan tabassum [التبسم] dan sifat ini sangat dianjurkan Rasulullah saw.
Keempat :
القران الكريم والحديث sebagai peta dan kompas. Sebagai pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, bacalah al-Qur’an dan kemudian kembalikan atau pasrah kepada Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dan ta’awun atau kerjasama dalam menghadapi kesulitan hidup. Semua persoalan harus diselesaikan berdua dan selalu pasrah kepada Allah. Kata Baihaki, ان ذ كرالله شفاء , ingat pada Allah sebagai obat, dan وان ذكرالناس داء ingat pada manusia penyakit. [البيهقي ].
Kelima :
Nasehat [النصيحة], sebagai peralatan yang dibawa dalam perjlanan. Agama adalah nasehat [الدين النصيحة], maka kembali kepada ajaran agama Islam dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mudah terselesaikan. Maka dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalah fahaman dan perselisihan [baik kecil maupun besar] mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan وتواصو بالحق وتواصو بالصبر ( dan bernasehatlah dalam kebaikan dan kesabaran ) atau mungkin kita butuh nasehat-nasehat orang tua, ustadz, tokoh masyarakat, atau orang yang lebih berpengalaman, sebagai obat pencerahan untuk mencapai tujuan hidup yang mungkin salah dilakukan oleh kita. Maka, setelah mendapatkan nasehat-nasehat akan tumbuh saling percaya, saling memaafkan, dan menghargai kesalah fahaman itu. Sikap ini dinamakan takarrum [التكارم] atau saling menghargai.
Keenam :
Suami [الزوج ], sebagai nahkoda yang lihai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman. Seorang suami harus memiliki ikhtiar dalam menjalankan perannya, sehingga seburuk apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya, harus tenang, sabar, dan berserah diri pada Allah [يبتغون فضلا من الله ورضوانا ], “mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”. Maka perumpamaan seorang suami, seperti seorang nahkoda yang menghadapi cuaca yang buruk. Dia harus tetap tenang untuk mencapai tujuan, maka secara perlahan-lahan tapi pasti dia akan lalui badai tersebut dan seluruh penumpang pasti akan menghormati dan menghargainya. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya, mungkin saja berupa ucapan terima kasih, mungkin ciuman, pelukan, bahkan dengan kepasrahan diri penumpang dan penumpang tersebut tiada lain adalah istri. Sikap ini dinamakan tala’ub [التلاعب ].
Ketujuh :
Kepasrahan [التسليم], sebagai bekal yang cukup. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kita harus banyak berusaha [bekerja] dan berdo’a (وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدونيا وأحسن كما احسن الله إليك) ” . “ carilah anugrah Allah untuk kehidupan akhirat, tetapi jangan lupa nasib(bagian)mu untuk kehidupan dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik padamu”. Karena usaha atau bekerja tanpa do’a akan sia-sia, dan begitu juga sebaliknya do’a tanpa usaha atau bekerja adalah mimpi atau angan-angan belaka. Suami harus berusaha mencari nafkah untuk menghidupi istrinya. Suami dan istri harus dapat bekerja sama untuk melindungi perjalanan yang panjang, seorang suami tahu kebutuhan istri dan begitu sebaliknya istri tahu kebutuhan suami. Dengan demikian, akan terbangun sikap saling menghargai dan toleransi dalam berumah tangga. Sifat ini dinamakan tasamuh [التسامح].

Kamis, 26 Oktober 2017

Tempat Pembuatan Cincin Kawin

Dalam sebuah pernikahan adanya cincin yang melingkar di jari manis masing-masing pasanagan menjadi pelengkap yang sudah menjadi tradisi. Setiap pasangan akan mencari model cincin yang sesuai dengan keinginan mereka jika mereka tidak mndapatkan di toko-toko perhiasan mereka bisa datang langsung di tempat pembuatannya. Duta Jewellery menjadi salah satu tempat yang menawarkan jasa pembuatan cincin kawin yang sesuai dengan keinginan selain itu customer juga bisa memilih sendiri bahan yang akan digunakan karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak.







Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut silakan datang atau hubungi :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon
082114761073
PIN BB D54C5FC1 





Minggu, 22 Oktober 2017

Pernikahan Yang Di Ridhoi Allah

Setiap pasangan yang menikah tentu ingin medapat ridho dari Allah SWT agar pernikahan mereka langgeng dan berkah.


Berikut ini adalah ciri-ciri pernikahan yang akan diberikan keridhoan oleh Allah SWT;
  • Niat menikah untuk mencintai pasangan karena Allah Ta’ala. 
  • Mengerti esensi pernikahan bukan hanya untuk mencintai pasangan, namun juga menikah dengan keluarga pasangannya sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT sehingga dalam islam, diwajibkan bagi calon pasangan yang akan menikah untuk mengenal keluarganya masing-masing terlebih dahulu, sebelum menikah kedua keluarga ini harus bertemu dan merestui adanya pernikahan yang akan mereka langsungkan, terutama restu dari orangtua yang telah membesarkan pasangan dan mengantarkan untuk menikah nantinya.
  • Calon pasangan sudah saling mengenal dengan baik, cara pengenalan yang baik bukan berarti harus melewati tahap pacaran, di dalam islam memilih calon pasangan dengan melakukan ta’aruf, 
  • Sebuah pernikahan adalah sakral sifatnya dan menjadi sebuah kabar baik untuk semua orang sehingga pernikahan yang terkesan ditutup-tutupi tidak akan mendatangkan keridhoan dari Allah SWT. 
  • Pernikahan harus sudah dipikirkan dengan baik dan masak-masak, bukan cuma bagi kedua calon mempelai, tapi juga keluarga mereka masing-masing karena menikah bukan sekedar membaca ijab kabul, ada saksi pernikahan, namanya tercatat di catatan sipil, mempunyai buku nikah dan mengadakan pesta pernikahan.
  • Kedua calon pasangan sudah menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga saling mengisi dalam mengarungi bahtera kehidupan yang baru.
  • Jika jalannya pernikahan diwarnai oleh banyaknya pertengkaran, permusuhan dan bahka dendam diantara suami dan istri, diantara orang tua dan anak, diantara saudara sendiri, diantara saudara suami/istri dengan ipar. Kita jangan diam saja pada keadaan seperti ini karena ini adalah salah satu tanda bahwa pernikahan yang pernah dilakukan tidak mendapat ridho dari Allah SWT, introspeksilah lebih dalam lagi pada pernikahan yang sudah dijalani,  
  • Jika setelah pernikahan, pasangan kita menjadi semakin dekat dan mencintai keluarga kita disamping keluarganya sendiri. 
  • Menjaga aib pasangan dan keluarga adalah tanda bahwa pernikahan itu diridhoi oleh AllahApabila seorang istri gemar bergunjing tentang keburukan suami atau anggota keluargasuaminya yang tidak perlu diceritakan pada orang lain, maka sebenarnya dia jelas tidak mengerti apa esensi sebuah pernikahan, apalagi jika curhat sambil menambah-nambahkan cerita agar menarik simpati orang lain sehingga orang akan menilai bahwa si istri itulah yang terlihat paling benar. .      
  • Jika setelah pernikahan ternyata sikap dan perilaku sang istri atau suami menjadi semakin baik dari sebelumnya, ini adalah salah satu pertanda bahwa pernikahan diridhoi oleh Allah SWT, namun bila sebaliknya, peringai suami atau istri menjadi lebih buruk maka segera lakukan interospeksi. Berkeluarga justru untuk mencapai keharmonisan, ketenangan dan kebahagian hidup bukan menjadi lebih buruk.
h

Rabu, 18 Oktober 2017

Cincin Kawin Platinum, Palladium Dan Perak

Calon pengantin pria muslim yang akan menikah akan memilih cincin dengan bahan selain emas karena dalam Islam tidak diperbolehkan untuk pria memakai emas. Cincin kawin dengan bahan platinum, palladium atau perak bisa menjadi alternatif pilihan untuk bahan cincin yang bisa dipakai. Duta Jewellery salah satu tempat pembuatan cincin  kawin yang menyediakan bahan tersebut jadi anda bisa memesan sepasang cincin kawin dengan beda bahan.






Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan anda bisa datang atau menghubungi :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 





Sabtu, 14 Oktober 2017

Makna Cincin Kawin Di Jari Kanan

Mungkin bagi anda yang ingin menikah masih bertanya-tanya kenapa cincin pernikahan dipakai di jari manis bukan di jari yang lain. Ternyata memakai cincin pernikahan di jari manis memang memilki makna yang  berarti bagi pasangan yang sudah menikah. Berikut ini penjelasannya.


Coba ikuti langkah berikut ini, Anda akan percaya bahwa Tuhan benar-benar membuat keajaiban.
1. Pertama, pertemukan kedua telapak tangan anda, jari tengah saling silang ditekuk ke dalam.
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan.
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.
5. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
6. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
7. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
8. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan anda, kamu akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan kamu akan terus melekat satu sama lain.


Senin, 09 Oktober 2017

Cincin Kawin Beda Bahan

Pasangan yang akan menikah dan ingin membuat cincin kawin dengan beda bahan biasanya akan mengalami kesulitan jika mencarinya di toko-toko perhiasan karena biasanya hanya tersedia bahan emas atau perak. Jika anda mau membuat cincin kawin dengan beda bahan bisa datang ke tempat pembuatan cincin kawin dan perhiasan Duta Jewellery. Disini anda bisa memilih bahan yang akan digunakan karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak.







Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 



Website : http://cincindepok.com.


Selasa, 03 Oktober 2017

Ciri Pasangan Suami Istri Yang Saling Mencintai Karena Allah


Tujuan menikah adalah menemukan ketenangan dan hubungan dengan pasangan menjadi tanda-tanda bahwa Allah SWT meminta kita untuk saling memberikan ketenangan. Bagaimana ciri pasangan suami istri yang mencintai karena Allah sementara banyak pasangan lain yang sulit menjaga keharmonisan?
Berikut ini ciri suami istri yang mencintai karena Allah, yang dapat menemukan ketenangan dan kebahagiaan dalam pernikahannya:
Suami istri menjadikan cinta dan ketaatan kepada Allah SWT sebagai dasar dan fokus hubungan dengan orang lain. Ini berarti suami istri saling mencintai hingga maut memisahkan dan kelak di akhirat, di mana mereka dapat hidup dalam kebahagiaan yang kekal. Keduanya saling mengingatkan tentang Allah SWT dan membantu diri lebih dekat kepada-Nya.
Ketika baru menikah, setiap hal yang dilakukan pasangan terasa begitu istimewa. Seiring berjalannya waktu, suami bekerja keras mencari nafkah yang kemudian menjadi “tugas”nya. Demikian pula istri, menu makanan yang disajikan awalnya selalu terasa nikmat, kemudian semua terasa menjadi “tugas”nya yang terasa hambar. Tidak ada kata-kata untuk berterima kasih dan saling mendukung dengan pekerjaan yang telah dilakukan, seperti dalam hadits:
“Dia yang tidak berterima kasih pada orang lain adalah yang tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud)
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. 14:7)
Pasangan kita adalah nikmat besar dan berkah dari Allah SWT. Mereka adalah sumber tak tergantikan atas kenyamanan spiritual, emosional, mental, dan fisik. Suami istri yang mencintai karena Allah akan selalu bersyukur satu sama lain sehingga Allah menambah kebahagiaan mereka, seperti janji-Nya.
Suami istri yang mencintai karena Allah berkomunikasi dengan pasangannya seperti dengan sahabat, saat saling akur maupun berkonflik. Saat saling akur, mereka menunggu untuk saling bercerita tentang hari mereka, bercanda, tertawa, berbagi ide, menggoda, memuji, dan ketika berkonflik, mereka saling menghormati pendapat masing-masing. Mereka berkomunikasi seperti Nabi Muhammad SAW dengan istri-istrinya.
Setiap pernikahan terdiri dari dua orang yang unik. Itu sebabnya, apa yang efektif untuk satu pasangan mungkin tidak efektif pada pasangan lain, karena suami istri adalah orang-orang yang memiliki preferensi, prioritas, dan keadaan berbeda. Cari tahu kebutuhan primer masing-masing lalu berkomitmenlah untuk saling memenuhinya.
Allah SWT telah menciptakan kita masing-masing untuk berkontribusi dalam banyak cara selama hidup dengan potensi yang ada. Jadilah orang biasa yang memotivasi, mendorong, mendukung, dan membantu pasangan dalam menemukan dan menggunakan potensi mereka sehingga menjadi sumber sukacita dan rahmat bagi dunia. Jangan hentikan pasangan untuk menjadi baik dan penuh kasih kepada orangtuanya, bermanfaat bagi rekan-rekan, dan tidak membuat mereka memutuskan silaturahmi.
Tidak ada pernikahan tanpa konflik. Yang membedakan adalah bagaimana mengelola konflik tersebut hingga tidak berdampak negatif bagi pernikahan. Dari semua cara untuk mengelola dan meminimalkan konflik, cara paling ampuh adalah mengingat bahwa Allah mengawasi setiap gerakan dan ekspresi, bahkan mendengar setiap kata hati. Mengingat hal tersebut selama konflik akan membantu kita menahan diri dan menutup diri dari bisikan setan.
Nabi SAW bersabda:
“Aku jamin rumah di Jannah bagi orang yang mengalah saat berdebat, bahkan jika ia berada di sebelah kanan …” (HR. Abu Dawud)
Jika kita tidak setuju atau terluka dengan apa yang dilakukan atau dikatakan pasangan, hadirkan Allah dalam konflik yang membantu menurunkan tensi kemarahan hingga pikiran menjadi tenang. Kelembutan jauh lebih mungkin untuk membuat pasangan mengerti maksud dari perkataan kita.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.