This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 27 Desember 2017

Prinsip Pernikahan Dalam Islam

Diantara prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Islam dalam membangun rumah tangga yang kuat berdiri tegak di atas al-Qur’ân dan al-Sunnah serta terajut dengan baik, hendaknya ke dua belah pihak calon suami maupun calon istri pandai dalam memilih pasangan hidupnya. Allah pun memerintahkan agar memilih suami yang shalih dan istri yang shalihah. Inilah pesan kami kepada pemuda yang hendak menikah untuk memilih istri yang shalihah dan prinsip lainnya kami pesankan kepada perempuan untuk memilih suami yang shalih.
Menurut kacamata Islam, pernikahan bukan hanya persoalan pribadi, tetapi juga merupakan persoalan sosial yang paling besar. Maka segala hal yang ditimbulkan oleh kesalahan dalam memilih, baik yang sifatnya perpecahan  antara suami dan istri, broken home dan semacamnya, dampaknya bukan hanya pada pasangan suami dan istri, tetapi akan meluas dan merambat ke masyarakat. Penyakit-penyakit sosial yang ditimbulkan sebagai dampak perceraian tersebut, pun akan kembali pada masyarakat, karena komponen dalam masyarakat itu terdiri dari beberapa keluarga.
Masyarakat terbentuk dari keluarga-keluarga, sedang keluarga terbentuk dari individu-individu. Seperti sebuah bangunan yang terbentuk dari pondasi dan batu bata, sejauh mana pondasi dan batu batanya serta susunannya, maka sejauh itu pula bangunan menjadi tinggi, kuat, dan kokoh. Demikian pula dengan masyarakat, ia akan menjadi baik dengan baiknya keluarga-keluarga yang menjadi penyusunannya. Karena itu Nabi menyamakan masyarakat Muslim seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain, dan seperti satu tubuh yang seluruhnya merasa sakit bila salah satu anggota tubuh ada yang kesakitan. Maka Islam memberikan perhatian yang kuat terhadap pembentukan keluarga Muslim, perbaikannya dan pembangunannya di atas pondasi yang sehat. Pembentukan keluarga diawali dari hubungan laki-laki dan perempuan melalui pernikahan yang sah.

Minggu, 24 Desember 2017

Cinicn Kawin

Anda ingin cincin kawin berbeda atau sudah mempunyai model sendiri ? jika sudah mempunyai model sendiri anda bisa langsung memesan cincin kawin yang diinginkan di tempat pembuatan cincin kawin dan perhiasan Duta Jewellery selain bisa memesan model cincin anda juga bisa memilih bahan yang akan digunakan karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak.







Untuk informasi lebih lanjut :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 




Selasa, 19 Desember 2017

Beda Cincin Tunangan dan Cincin Kawin


Momen pertunangan atau pernikahan merupakan acara yang sakral, dengan hadirnya cincin yang disematkan di jari manis akan menjadi sebuah pengingat dan pegangan bagi setiap pasangan untuk selalu setia dan menjaga segala tindak tanduk mereka selanjutnya.

Berikut ini beberapa perbedaan antara cincin tunangan dan cincin kawin, diantaranya adalah :
  1. Cincin tunangan biasanya hanya satu buah dan diperuntukkan hanya untuk pihak perempuan sebagai tanda pengikat, sedangkan cincin perkawinan umumnya berjumlah dua dan diperuntukkan untuk mempelai penganting pria dan wanita
  2. Biasanya letak cincin tunangan berada dijari manis sebelah kiri, sedangkan cincin perkawinan dilatakakn di jari manis sebelah kanan
  3. Model dan bahan cincin tunangan biasanya lebih sederhana, sedangkan cincin perkawinan model dan bahannya sedikit lebih istimewa.
  4. Seperti itulah kira-kira perbedaannya, sebenarnya tidak banyak perbedaannya dan yang pasti sama adalah cincin merupakan simbol janji kesetiaan kepada pasangan.

Sabtu, 16 Desember 2017

Persiapan Menjelang Pernikahan

Ketika akan menikah hendaklah melakukan persiapan baik fisik maupun mental agar kelak pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Berikut ini saran untuk mempersiapkan mental kita untuk melangkah ke jenjang pernikahan.


1. Tanamkan niat yang baik ketika menikah
Nilai amal seorang mukmin, salah satunya ditentukan dari kualitas niatnya. Semakin baik niatnya, semakin sempurna nilai amalnya. Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Amal itu ada karena niat, dan pahala yang diperoleh seseorang sesuai apa yang dia niatkan. (HR. Bukhari no. 1, Muslim 5036, dan yang lainnya)
Tanamkan dalam diri anda, anda menikah dalam rangka mengikuti sunah para rasul. Karena Allah berfirman,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
Sungguh Aku telah mengutus para rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka istri dan keturunan. (QS. ar-Ra’du: 38).
Tanamkan pula bahwa anda menikah untuk mengikuti ajakan dan motivasi Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah bersabda,
النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِى فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikah itu sunahku.. siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena saya merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.” (HR. Ibnu Majah 1919 dan dihasankan al-Albani).
Juga jangan lupa untuk menanamkan dalam diri anda, bahwa anda menikah dalam rangka memilih yang halal, menjaga kehormatan diri dan pasangan. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi jaminan yang berharga untuknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ
Ada 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Budak mukatab yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan (3) Orang yang menikah, karena ingin menjaga kehormatannya. (HR. Nasai 3133, Turmudzi 1756, dan dihasankan al-Albani).
2. Pelajari fiqh nikah
Semua orang butuh ilmu. Karena ini merupakan modal terbesar hamba untuk bisa menjalani hidup dengan selamat dan sukses. Dengan ilmu, orang akan terbimbing, apa saja yang harus dia kerjakan, dan apa yang harus dia tinggalkan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,
العلم خير من المال؛ العلم يحرسك و أنت تحرس المال
Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu menjagamu dan harta, kamu yang jaga. (Adab ad-Dunya wad Din hlm. 48 oleh al-Mawardi)
3. Belajar untuk mulai dewasa
Setelah menikah, status anda telah berubah. Berapapun usia anda ketika menikah, anda dituntut untuk lebih cepat dewasa. Mulai pembelajaran diri itu sejak sebelum menikah. Tinggalkan kebiasaan kekanak-kanakan. Mulai belajar bangun subuh, atau bahkan sebelum subuh.
Belajar meninggalkan kebiasaan buruk, seperti bergadang bareng temen semalaman
Belajar meninggalkan hal yang tidak manfaat, seperti main PS
Termasuk calon istri, belajar dengan kesibukan rumah tangga
Belajar untuk tidak banyak jajan.
Pahami bahwa setelah anda menikah, orang yang anda hormati bertambah. Disamping orang tua, anda juga harus menghormati mertua. Posisikan masing-masing dengan benar, sehingga anda tidak akan mengecewakan pasangan anda karena gara-gara menyakiti orang tuanya.
Anda juga harus siap dengan benturan kepentingan. Hampir tidak ada rumah tangga yang bebas dari masalah. Menuntut anda untuk mulai belajar mengalah. Mengalah tidak sama dengan kalah. Mengalah berarti memberi kesempatan orang lain untuk mengambil hak anda. Agar anda lebih siap mengalah, yakini bahwa Allah akan membalas setiap kebaikan yang anda lakukan kepada keluarga anda. Sehingga anda tidak merasa itu sia-sia.
4. Merawat fisik untuk kebahagiaan rumah tangga, dianjurkan
Sekalipun ini bukan hal yang wajib, tapi ini bisa sangat ditekankan jika ini menjadi sebab keluarga makin harmonis. Karena islam menganjurkan terbentuknya keluarga yang harmonis, bahagia.
Karena itulah, masing-masing diajarkan agar bersikap romantis.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ
Nikahilah wanita yang subur dan romantis (HR. Ahmad 12613, Abu Daud 2052 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan agar lelaki menjadi suami yang penyayang bagi istri dan keluarganya,
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى
“Manusia terbaik di tengah kalian adalah orang yang sikapnya paling baik kepada keluarganya. Saya orang yangn sikapnya paling baik kepada keluargaku.” (HR. Turmudzi 4269, Ibnu Majah 2053, dan dishahihkan al-Albani).
Sebagaimana wanita dituntut merawat fisiknya untuk membahagiakan suami, lelaki juga diajurkan merawat dirinya dalam rangka membahagiakan istri.
Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,
إنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَزَيَّنَ لِلْمَرْأَةِ , كَمَا أُحِبُّ أَنْ تَتَزَيَّنَ لِي الْمَرْأَةُ
Saya suka berhias di hadapan istri, sebagaimana saya suka istri saya berhias di depan saya. (HR. Ibnu Abi Syaibah 19608).
5. Iringi semua dengan doa dan tawakkal
Banyak orang yang merasa sangat resah menjelang pernikahan. Setumpuk kekahwatiran berjubel di hatinya.
Kami hanya menasehatkan, tanamkan rasa tawakkal kepada Allah, agar anda tidak dihantui dengan perasaan takut yang berlebihan. Kedepankan tawakkal ketika anda menghadapi kenyataan yang tidak pasti. Pasrahkan kepada Allah, dalam setiap upaya untuk kebahagiaan anda.
Dan inilah yang diajarkan oleh para sahabat, terutama bagi orang yang tidak percaya diri ketika menikah.
Abu Said mantan budak Abi Usaid menceritakan,
Aku menikah, sementara aku berstatus seorang budak. Akupun mengundang beberapa orang sahabat NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika datang waktu shalat, mereka mempersilahkan diriku untuk menjadi imam. Seusai shalat, mereka mengajariku,
إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك
Apabila kamu bertemu pertama dengan istrimu, lakukanlah shalat 2 rakaat, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari semua yang datang kepadamu, dan berlindunglah dari keburukannya. Kemudian lanjutkan urusanmu dengan istrimu. (HR. Ibn Abi Syaibah 30352 dan dishahihkan al-Albani dalam Adab az-Zifaf).

Sabtu, 09 Desember 2017

Tips Memilih Cincin Sesuai Bentuk Jari

Kali ini kita akan membahas tips memilih cincin sesuai bentuk jari tangan anda. Dalam membeli atau membuat cincin kita sebaiknya memperhatikan beberapa hal diantaranya sebagai berikut :



  • Apabila anda memiliki jari dengan tulang yang besar sebaiknya jangan memilih cincin dengan lebar yang kecil karena akan seperti menghilang di jari anda tetapi bila anda menyukai cincin lebar sebaiknya memilih yang tepinya bundar sehingga memberikan tekanan yang ringan pada kulit jari anda.
  • Cincin yang datar lebih bagus dikenakan oleh orang yang memiliki jari yang kecil dan untuk jari yang ramping lebih cocok menggunakan cincin yang mempunyai desain diagonal karena akan memberi kesan lebar.
  • Tinggi cincin juga perlu dipertimbangkan saat membeli cincin. Cincin dengan berlian memunculkan penampilan yang lebih besar dan harus sesuai bentuk dan ukuran jari. Desain terbuka akan memberi kesan ringan dan rata pada jari yang lebar. Jari tangan yang kecil dan ramping lebih bagus menggunakan cincin dengan beberapa hiasan batu kecil yang berderet.

Jadi pilihlah cincin yang sesuai dengan bentuk jari tangan anda agar terlihat indah saat digunakan pada jari anda.


Minggu, 03 Desember 2017

Persamaan Kewajiban Dan Hak Suami Istri


Dalam Islam ada persamaan dalam kewajiban dan hak bagi pasangan suami istri. Berikut ini adalah kewajiban dan hak tersebut.

Kewajiban bagi pasangan suami istri setelah pernikahan adalah membina kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Selain itu pasangan suami istri juga harus membesarkan dan mendidik anak-anak mereka sehingga mereka dapat menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama serta bangsa juga orang disekitarnya. Sedang hak bersama bagi suami istri adalah :
  • Hak untuk mendapatkan perwalian nasab anak mereka
  • Hak untuk mendapatkan warisan

Maka dari itu bagi para calon pasangan yang ingin menikah harus sudah paham tentang hal itu agar tidak terjadi perselisihan suatu hari nanti dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

 

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.